"Beradaptasi Menjadi Garam Yang Asin dan Terang Yang Bersinar Bagi Sesama" — ekosistem yang tumbuh dari misi menjadi berkat tidak hanya untuk diri sendiri tapi banyak orang.
Setiap unit dalam ekosistem Bukit Rhema bukan berdiri sendiri. Semuanya terhubung oleh satu benang merah: memberi kesempatan kepada mereka yang membutuhkan untuk berkarya dan bertumbuh.
Anak-anak Panti Rehabilitasi Betesda yang tidak memiliki tempat tinggal, maupun mereka yang akan segera kembali ke masyarakat, diberi kesempatan untuk berkarya langsung di Rumah Doa Bukit Rhema — di kedai, di toko, di kebun, di lapangan.
Dengan cara ini, setiap kunjungan, setiap pembelian, setiap momen yang Anda habiskan di Bukit Rhema ikut ambil bagian dalam perjalanan pemulihan mereka.
Di sinilah segalanya bermula. Rumah Doa Bagi Segala Bangsa adalah alasan mengapa semua unit lain dalam ekosistem ini ada — ia adalah inti yang menghidupi semua yang tumbuh di sekitarnya.
Bangunan 7 lantai berbentuk merpati ini terbuka untuk semua agama, semua bangsa. Dari 12 ruang doa pribadi di basement hingga mahkota di puncak dengan pemandangan 360 derajat.
"Kami tidak membangun unit usaha untuk membiayai misi. Kami membangun ekosistem agar misi terus bisa berjalan."
Terletak tepat di belakang bangunan Rumah Doa, Kedai Bukit Rhema menghadap lembah hijau Menoreh dengan udara segar khas pegunungan Magelang. Bukan hanya tempat makan — ini adalah titik awal petualangan.
Menu andalan Ayam Bakar Nusantara telah diakui food vlogger Ria SW. Singkong Keju Latela dari petani lokal. Kopi Cinta yang selalu dirindukan. Semua disiapkan dengan sepenuh hati.
Daun Bukit hadir sebagai ruang berkarya sekaligus toko oleh-oleh premium di kawasan Bukit Rhema. Di sini, setiap produk menyimpan cerita — dari kain batik buatan pengrajin lokal hingga kaos rohani yang didesain dengan makna.
Tiga brand hadir di bawah satu atap Daun Bukit, masing-masing dengan identitasnya sendiri namun satu jiwa yang sama: berkarya untuk memberkati.
Beberapa desain produk di Daun Bukit dibuat langsung oleh anak-anak Panti Rehabilitasi Betesda. Setiap produk yang Anda beli menjadi bagian dari perjalanan pemulihan mereka.
Di atas lahan Bukit Rhema, tumbuh sayuran dan tanaman yang dirawat setiap hari — hasil dari program pertanian hidroponik yang tidak hanya menyediakan bahan pangan segar untuk Kedai, tetapi juga menjadi media edukasi bagi siapa saja yang datang.
Anak-anak panti belajar bercocok tanam di sini. Kelompok sekolah dan outing datang untuk memahami bagaimana makanan tumbuh. Dari benih yang ditanam dengan sabar, kehidupan bertumbuh — seperti setiap proses pemulihan yang berjalan perlahan namun pasti.
Hidroponik Bukit Rhema merupakan bagian dari program agro-edukasi yang bisa dinikmati oleh pengunjung, terutama rombongan sekolah dan keluarga.
Lapangan mini soccer Bukit Rhema hadir bukan sekadar fasilitas olahraga. Ini adalah ruang pemulihan aktif bagi rekan-rekan Panti Rehabilitasi Betesda — tempat mereka bergerak, bermain, dan menemukan kembali sukacita dalam keseharian.
Di waktu yang sama, lapangan ini menjadi arena outbond dan outing anak-anak dari sekolah dan komunitas sekitar Borobudur. Berlari, bekerja sama tim, dan belajar sportivitas di udara segar atas Bukit Rhema.
Setiap sore, lapangan ini menjadi milik semua — klien panti, anak-anak desa, tamu yang datang. Olahraga adalah bahasa yang semua orang mengerti.
Di balik camilan yang sederhana ini, ada cerita yang menggerakkan hati. Latela adalah singkatan dari nama dusun — dan di baliknya ada ibu-ibu petani dari Kelompok Kerja Latela Dusun Gombong yang singkongnya kini "naik kelas."
Diambil langsung dari ladang petani lokal, diolah di dapur Kedai Bukit Rhema, dan disajikan kepada wisatawan dari 120 negara. Dari desa ke dunia — itulah perjalanan singkong ini.
Program ini telah berkembang dari 3 orang menjadi 16 keluarga yang terlibat aktif, bersama Ibu PKK dan kelompok tani yang semakin produktif.
Datang, nikmati, dan jadilah bagian dari ekosistem yang terus bertumbuh di atas Bukit Rhema.
WhatsApp Kami Sekarang →